Awalnya, sya dan satu orang teman saya yg lain diminta untuk mengikuti musyawarah nasional ikatan senat mahasiswa kedokteran Indonesia (MUNAS ISMKI) untuk mewakili ketua senat terpilih yang berhalangan hadir karena sedang ujian.., namun karena proses lobbying & memang karena yg boleh ikut munas terbatas hanya 2 orang per institusi, akhirnya sya pun diijinkan untuk mengikuti workshop badan kelengkapan terlebih dahulu..Mendengar cerita dari yg lain, seperti biasa munas diwarnai dengan adu pendapat, perdebatan yg cukup alot, dan cukup panas (namun munas kali ini lebih mending dari yg sebelumnya di makassar, yg katanya sempat terjadi insidensi pemukulan juga...), 3 hari berturut-turut dari pagi sampai pertengahan malem.., bahkan bisa sampai pagi lagi.., mulai dari LPJ Sekretaris Jendral ISMKI kemarin (mas Fadnan) yg cukup mendapat serangan dari beberapa pihak.., pembahasan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, pemilihan sekretaris jendral terpilih ISMKI periode 2010, yg dilakukan cukup alot, sehingga tercipta 2 kali proses pemilihan, pemilihan pertama ialah antara Prima dari Udayana melawan kotak kosong, kerena calonnya cuma ada 1 pada saat itu.., yg hasilnya lebih banyak memilih kotak kosong, sehingga dilakukan proses pemilihan lagi dan didapat 3 calon, Prima dari Udayana, Topan dari Makassar, dan Fajar dari UII, yang akhirnya terpilih Fajar dari UII sebagai sekjen terpilih 2010, semoga hasilnya yg terbaik karena dilakukan mlalui proses musyawarah sebelumnya..


Senam, menjadi olah raga rutin peserta Munas tiap pagi nya...

Senam, menjadi olah raga rutin peserta Munas tiap pagi nya...terakhir munas, membahas mengenai platform gerakan ISMKI kedepannya, beserta kebijakan2 yg akan diambil.., dan kebetulan sya diikutsertakan dalam munas hari terakhir ini (sesuai kesepakatan sebelumnya ternyata..^^), dipimpin oleh Mas Aan selaku Sekjen ISMKI sekarang yg menggantikan Mas Fadnan, dengan nama Generasi Harapan, ISMKI periode ini memutuskan platform gerakan kedepannya ialah “Revitalisasi Wadah Pergerakan Mahasiswa Kedokteran”, sesuai dengan platform itu, maka arahan sebagi bentuk revitalisasi wadah pergerakan mahasiswa kedokteran tersebut ialah semangat kebersamaan, eksistensi (kepemilikan-kebersamaan) dan aktifitas nyata. Munas ini pun menghasilkan kebijakan2 yg harus dilakukan di tiap institusi lokal, ada kebijakan internal dan kebijakan eksternal. Kebijakan internal pertama ialah pengakaran pergerakan ISMKI di institusi lokal, yg caranya sesuai dengan kondisi objektif masing2 universitas, bisa berupa logo, simbol, pin, mading dsb.., kebijakan internal kedua ialah komitmen mendukung semua program dan kebijakan2 lain yg ditetapkan ISMKI. Sedangkan untuk kebijakan eksternal nya ialah mengenai equality antara ISMKI dan “organisasi rekan sejawat”.


Munas & mukernas gk bwt kita lupa makan kok..^^

Penetapan kebijakan tadi menandakan berakhirnya munas.., setelah munas selesai, dilanjutkan oleh Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) ISMKI yg diikuti oleh semua delegasi dari seluruh universitas di Indonesia. Pembahasan pertama ialah mengenai Visi ISMKI “Generasi Harapan” sebagai poros pergerakan, yang peka, kritis dan solutif sehingga memberikan kontribusi positif..(begitu kurang lebihnya..), dan untuk mencapai visi tersebut maka dibuatlah misi yakni kaderisasi, advokasi kebijakan strategis, alur & pola pencitraan sistematis, dan iklim kelembagaan yang solid dan dinamis. Semuanya itu berdasarkan platform tadi, yakni Eksistensi & aktifitas nyata... Setelah pembahasan Visi & Misi tadi, dilanjutkan penjelasan mengenai struktur yg berhubungan dengan fungsinya di ISMKI, sekaligus pelantikan Pengurus Harian Nasional..Setelah itu maka dilakukan rapat kerja per bidang, dibagi kedalam bidang pendidikan & profesi, pengabdian kepada masyarakat, kajian strategis, PSDMO, presiden meeting, dan sisanya gabungan dari beberapa bidang..



Presiden meeting ato rapat senat ya?? Kok isinya kang harry, teh putnad, ama teh avi lagi??

Sya sendiri diminta untuk ikut presiden meeting..,yang dihadiri oleh ketua2 senat fakultas kedokteran se-Indonesia (kurang lebih sekitar 34 institusi yg hadir pada saat itu..), smentara sy sendiri bukan ktua senat pada saat itu.., he.. Diawali dengan pembahasan internal, mengenai problem/ masalah2 yang dihadapi tiap institusi dan sharing mengenai solusi dari permasalahan tersebut..(kuliah kedokteran menuntut kita berfikir sistematis yg bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.., dimulai dari masalah, berupa tanda & gejala / keluhan.., menentukan hipotesis dari masalah yg ditemukan, mencari informasi dalam menegakkan diagnosis, menentukan mekanisme terjadinya, dan memberikan treatmen berdasarkan etiologi yang ada..). Dari permasalahan yg dikemukakan itu.., didapat beberapa poin yg sama, diantaranya ialah lembaga eksekutif (dalam hal ini senat..) tidak diakui, ada beberapa Fakultas Kedokteran yg di dalamnya mencakup program studi lain (seperti keperawatan, ilmu gizi, dsb) atau bahkan kedokteran itu sendiri yg tergabung ke fakultas lain (contohnya tergabung ke FMIPA), ISMKI/BEM/Senat gerakannya tidak nyata, dan adanya saingan dari organisasi lain, baik itu intra maupun ekstra kampus. Melihat dari permasalahan itu, sebenarnya ada benang merah yg bisa ditarik, yakni bahwa permasalahan2 tersebut timbul karena masing2 institusi belum merefleksikan fungsi dan peran lembaga eksekutif dalam memenuhi kebutuhan mahasiswa.., oleh karena itu, perlu dikembalikan legitimasi senat, sehingga permasalahan2 tersebut bisa diatasi. Intinya, PENUHI KEBUTUHAN MAHASISWA.., itu aja dulu..!! Solusi2 lain hanya tambahan saja seperti bakal diadakannya pertemuan ISMKI (ikatan senat mahasiswa kedokteran Indonesia) & AIPKI ( klo ini ikatan dekan fakultas kedokteran Indonesia..) yg gosipnya bakal diselenggarakan di UNPAD, dan solusi2 lainnya... Setelah pembahasan internal dianggap selesai, diadakan pembahasan external yg cukup panjang (sampai beberapa ronde..^^), cukup panas memang.., dan hasilnya tidak perlu sy kemukakan disini karena menyangkut kepentingan banyak pihak.., dan cukup sensitif.. ^^Setelah rapat kerja per bidang, maka hasil dari rapat tersebut disosialisasikan ke seluruh peserta mukernas.., karena waktunya kemaleman (gara2 presiden meeting kelamaan nih..,he..), maka tiap presentasi dibatasi 10 menit, tanpa tanya jawab..(ini yg bwt gk efektif.., ditambah orang2 nya pada kecapean, ngantuk...)Keesokan harinya, mukernas dilanjutkan setelah selesai seminar nasional, agendanya ialah pengambilan tender program ke tiap institusi.., dan UNPAD beserta institusi lain di wilayah 2, memenangkan tender Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa Nasional, yg tempatnya di Jatinangor, tepatnya di bale padjadjaran.., dan satu lagi tender yg sya tau ialah Bakti Sosial Nasional yg dimenangkan oleh Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan (semoga sya bisa diberangkatkan kesana.., he..), juga Munas & Mukernas taun depan yg diadakan di Bali (dimenangkan universitas Udayana..), dari sekian banyak tender yg diajukan, sy cuma tau 3 aja dimenangin sama siapa nya..(parah kan..??? abisnya gk kondusif sih..). Mukernas ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama..




Salah satu suasana evaluasi internal institusi..

Dalam munas & mukernas ini saya cuma banyak mendengarkan, tanpa banyak bicara.., sya ingin belajar sebanyak-banyaknya dengan mencoba mendengarkan sebanyak-banyaknya.., dari sini sya mulai tau bagaimana pola pikir orang lain, arahan nya kemana, kondisi tiap institusi, serta proses munas & mukernas itu sendiri.., mungkin taun depan sya coba bicara.. (itupun klo memang diperlukan..^^)Selain munas & mukernas, disanapun diselenggarakan seminar nasional mengenai kesiapan sistem & kompetensi tenaga medis menghadapi globalisasi dengan semangat kebangkitan nasional , yg narasumber nya ialah dosen fakultas ekonomi UGM, Sri Sultan Hamengkubuwono (yg lagi2 diwakili oleh kepala dinkes Jogja), dan terakhir yg sangat dinantikan ialah Ibu Mentri Kesehatan Republik Indonesia.Materi pertama yg disampaikan dosen fakultas ekonomi lebih bercerita tentang sejarah, globalisasi jasa (agak berbau ekonomi sih), agak gk ngerti.., tanpi intinya kita bisa menghadapi globalisasi dengan menciptakan barrier terhadap globalisasi, dsb.. (lupa sya..^^).Materi kedua disampaikan oleh kepala dinkes Jogja (ngantuk bgt sya pas materi ini, kadang gak sadar, abisnya beliau membacakan materi sultan, bukan menjelaskan..), tapi intinya yg sy tangkap ialah bahwa kearifan lokal ialah salah satu hal yg menciptakan barrier terhadap globalisasi..Dan materi terakhir yg dibawakan bu menkes (walopun agak ngantuk pas dengernya.., mungkin gara2 evaluasi malemnya yg sampe jam 2.., tapi lumayan bisa fokus lah..) tentang kesehatan Indonesia dalam ruang globalisasi cukup menarik..., dimulai dari pemaparan visi, yakni masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat.. (begitu kurang lebih intinya..), kemudian tentang globalisasi yg cross border, consumption abroad, comersial presence, dan movement of natural person ini akan mempengaruhi perekonomian (terutama globalisasi liberal) yg akan menciptakan kebebasan pasar untuk memperdagangkan barang & jasa (kesehatan termasuk jasa bukan..??)



Menkes kita.....


Beliau pun memaparkan ketidaksetujuannya terhadap Asean Charter (yg dulu disetujui DPR RI..), yg berisi poin2 diantaranya single market, effective facilitatory, force flow, profesional, and free flow of capital..Dan untuk menghadapi era globalisasi tersebut, ada prinsip dasar yg harus diperhatikan, menurut beliau ialah harus melindungi kepentingan rakyat, meningkatkan daya saing, dan mengoptimalkan potensi.., dan yg harus dipikirkan bukan teknis, tapi politis, mengenai prinsip dan strategis.., begitu kurang lebih kata beliau..Yang menjadi musuh bukan globalisasi, tapi liberalisasi, karena dengan liberalisasi berarti kehancuran.., begitu tambah beliau.., bagaimanapun tetap harus ada kontrol masyarakat...Dan yg ditekankan oleh Ibu Menkes ini adalah bahwa beliau TIDAK SETUJU dengan pasar bebas nanti.., karena bagaimanapun juga kita belum siap menghadapi itu.. (lalu sistem dokter keluarga bisa jadi solusi gk ya???bingung sya...), dengan sikap tegasnya itu, pantas lah Menkes RI dapat penghargaan sebagai Menkes terbaik..^^Menkes pun sempat mengomentari tema yg diberikan panitia yang isinya kurang lebih seprti ini “kesiapan sistem & kompetensi tenaga medis menghadapi globalisasi dengan semangat kebangkitan nasional”, di satu sisi, tema tersebut GAGAH, tapi di satu sisi seperti BANCI..., mengapa demikian??? Begini uraiannya..., semangat kebangkitan nasional (ini yg beliau bilang gagah..) intinya ialah untuk MIKIRIN BANGSA, bukan untuk suatu golongan tertentu saja (contoh yg dlm tema ini ialah tenaga medis.., dan ini yg katanya banci...), cukup pelan..., tapi menusuk dalam...^^, dijadikan sebuah bahan pelajaran...Banyak yg sya dapat disini..., thanks Allah....




Delegasi dari tiap institusi...

Seminggu Munas, Mukernas, & Workshop ISMKI bukan berarti 7 hari penuh diisi oleh kegiatan2 tersebut.., ada beberapa waktu kosong (karena emang jadwalnya kosong, atau pada saat itu emang kita tidak terlalu berkepentingan disana..) yang bisa dipergunakan untuk melakukan aktivitas masing2..., dan untuk mengisi waktu luang tersebut, sya dan teman2 lain memilihnya untuk mentadaburi kota jogja....^^Waktu luang pertama, ketika workshop SSC yang sudah selesai pukul 13.00, sementara penutupan workshop badan kelengkapan seluruhnya ialah jam setengah 4.., oleh karena itu dengan ditemani LO yg baik, kita memilih Malioboro sebagai tempat yg kita kunjungi.., dengan alasan anak UI mau pulang pas besoknya, so.., kita temenin beli oleh2 disana...

Berfoto di jalan yg sedang ditutup polisi karena SBY mo datang katanya...

Jl. Malioboro di siang hari...

Waktu luang kedua, ialah di hari kedua workshop.., selesai pas maghrib.., nyampe hotel ba’da maghrib.., disana cuma ada anak2 workshop aja, cz yg munas selesai pertengahan malam katanya..., gk da kerjaan disana.., akhirnya waktu kosong ini kita gunakan untuk berburu gudeg jogja..., krena pada saat itu kebanyakan anak2 mau pada ke malioboro.., terpaksa kita cari gudeg dsna.., sebelumnya kita sempet mampir di alun2 kidul.., untuk ngeliat 2 pohon beringin mistis yg katanya orang gak bisa melewati diantara kedua pohon itu dengan mata tertutup, ada2 aja....

Salah satu bangunan tua di jl. Malioboro di malam hari...


Salah satu tempat makan yg menjual gudeg di pinggir jl. Malioboro.., ditemani tembang “yogyakarta” yg dibawakan musisi jalanan dsana.., so nice ya...

Mirip vokalis ada band ya???(bukan yg gondrong tentunya..) ^^


Pulang makan kita sempet naik becak ke tempat bus kita berhenti (akhirnya.., setelah 5 tahun gak naik becak.., terakhir naik pas SMP.., eh ketemunya di jogja...), tapi sayang malem ini kita belum sempet foto di tugu jogja...Waktu luang ketiga..., ialah setelah seminar nasional yg selesai jam 2 siang.., sementara mukernas mulai jam setengah 4.., untuk mengisi ini, tmn2 sy ngajak ke malioboro..(lagi..???), sambil nemenin, sy juga emang mo nyari oleh2 yg adik saya minta..., awalnya kita gak diijinin panitia bwt ksana, katanya besok ada waktu kesana.. (taunya panitia bohong.., besoknya gk da waktu ke malioboro..., untung kita kabur..., he..^^), tadinya mau dianterin LO pas workshop.., tapi sayang mereka da kuliah, akhirnya dengan naik bus jalur 4 (klo gk salah sih itu..) kita tiba disana, dan akhirnya kita pun beli oelh2 dsna..., untung ada icha yg bisa nawar..., he...

Suasana belanja disana...

Karena masuk waktu ashar, akhirnya kita pun shalat di Masjid Malioboro yg satu kompleks dengan gedung DPRD Jogja..., gedung nya bagus.., khas jogja banget.., makanya kita sempet ambil gambar dsini juga...


Masjid Malioboro..



Di depan gedung DPRD Prov DIY...



Di depan patung jendral soedirman..

Keasikan ambil foto..., gk kerasa adzan maghrib berkumandang.., akhirnya kita pun kembali shalat dsana.., selesai shalat.., LO sya pas workshop kebetulan lagi ada di malioboro juga.., akhirnya mereka pun nemenin kita untuk mencari barang yg belum sempet kita cari sebelumnya...Setelah semua barang kita dapat, dan beli makanan bwt anak2, akhirnya kita kembali ke hotel menggunakan taksi dan tiba dsana jam setengah 8, bertepatan dengan mukernas sesi II (sesi I nya kita bablas, karena mulai dari jam stngh 4 sampe jam 6), tanpa mandi sebelumnya (cz injury time bgt..^^), kita langsung ke tempat mukernas.., bertepatan dengan agenda pengambilan tender program2 ISMKI....Yg jadi pertanyaan adalah..., kanapa setiap kali ada waktu luang kita ngisinya dengan pergi ke Malioboro??? Saya juga bingung..., he....

JOGJA part V : Tour The UGM....

Di sela2 waktu kosong (terutama di hari kedua dan ketiga workshop), sebagai bentuk manajemen waktu kami agar tidak diisi oleh hal yang sia2.., sya dan beberapa teman yg lain mengisinya dengan jalan2... (tadinya sih mo jalan2 keliling jogja.., tapi kejauhan..^^), kami putuskan melakukan studi komparasi daerah, lingkungan dan bangunan kampus UGM, dengan didampingi LO kami sebagai guide tentunya...Pertama dimulai dari kampus FK (FK disana terdiri dari program studi Pendidikan Dokter, Ilmu Keperawatan.., dan Ilmu Gizi.., sementara di kampus sya, FK hanya punya satu program studi, yakni pendidikan dokter itu sendiri..), kesan pertama melihat mungkin terkesan megah dengan bangunan bertingkatnya (6 tingkat..), rapih dan cukup tertata.., banyak teman2 sya yg bilang klo bangunan nya lebih baik dibandingkan UNPAD.., namun tidak bagi sya.., sbenarnya, jika gedung A1-A5 digabung.., maka kita pun bisa jadi sebuah bangunan megah bertingkat.., 10 lantai malahan..(apalagi klo A6/student center dah kebentuk...), disana ada lift kampusnya... (ya jelas lah.., namanya juga 6 lantai.., klo 5 bangunan kita digabung pun pastinya ada lift.., mana ada yg mau naek tangga ke lantai 10.., apalagi dosen2.., he..), masjid fakultasnya tidak berbeda jauh dengan Asy Syifaa’ kami.., bedanya di UGM punya 2 lantai.., dan bangunan nya terbuka.. (tapi aman..), sementara di kita hanya 1 lantai.., tapi lebih luas dan tertutup...(tapi kadang suka gak aman..^^), untuk perpustakaannya jauh lebik baik perpustakaan UNPAD (itu yg menjadikan setiap kali kesana sya suka tidur..^^), cuma sayang gk da foto copian nya di dalem..(di UGM ada..), lab komputernya pun lebih baik kita.., gratis pula klo mau nge-net...( di UGM masih harus bayar..), tapi untuk kantin, emang sya akui UGM lebih baik.., lebih rapih, lebih bersih, dan lebih murah (itu intinya..^^), tapi gk tau tuh.., ntar klo student center kita dah kebentuk, kita liat siapa yg lebih baik..,he.. untuk laboratorium nya sih kayaknya sama aja.., dalemnya aja yg beda.., mungkin kelebihan UGM ialah mereka punya cadaver utuh untuk dipelajari tiap kelompok.., dan punya museum anatomi..., dan RS. DR. SARDJITO sebagai RS pendidikan tepat berada di depan kampus, itu yg jadi salah satu kelebihan katanya.. (tapi ktika ntar kita Co Ass.., kampus kita kan ada di Eikjman, itu kan depan RS Hasan Sadikin juga.., jadi sama aja...), dari hal yg sudah disampaikan tadi, ada kelebihan kita yg pastinya UGM gak punya dan fakultas2 kedokteran se-Indonesia pun gak punya, apakah itu?? Yakni BALE PADJADJARAN.., 4 gedung berfasilitas hotel bintang 4.., dengan kemewahan dan fasilitas yg ada di dalamnya..., juara lah pokoknya !!! Dan satu lagi.., semua fasilitas dan bangunan yg ada di FK UNPAD, murni sepenuhnya untuk pendidikan dokter.. Untuk sistem pendidikan nya, perlu dibuat sebuah kajian mendalam dan oleh para ahli untuk menentukan siapa yg lebih baik.., tapi buat sya, sistem di UNPAD gk kalah dengan UGM.., intinya FK UNPAD & FK UGM sama2 BAGUS lah..^^.Berikut gambar hasil studi komparasi kami di FK UGM.....




Notes: picture 1 -Di depan tugu FK UGM..-, picture 2 -Di belakang gedung RB yang punya 6 tingkat...-, picture 3 -Di dalem bengunan 6 tingkat tadi..-, picture 4 -Tangga yg menghubungkan ke 6 lantai, di desain artistik mengelilingi lift...-, picture 5 -Masjid ibnu sina.., masjid FK UGM...-, picture 6 -RS. DR SARDJITO yg terletak tepat di depan kampus FK UGM...-, picture 7 -Denah FK UGM..-, picture 8 -Berfoto di depan perpustakaan FK UGM..-, picture 9 -Labkom nya...-, picture 10 -Salah satu kantin.., letaknya ada di dalem perpus.., hebat ya...-


Setelah puas berkeliling FK.., dan sempat sengaja mampir ke JOGJA CHICKEN terlebih dahulu.., sya dan beberapa teman yg lain bermaksud berkeliling UGM nya..., klo tadi masih diragukan siapa yg lebih baik (baik itu bangunan, lingkungan, dan sistem pendidikan antara FK UNPAD & FK UGM..), maka untuk lingkungan skala universitas (bukan fakultas...), UGM lebih juara lah dibandingkan UNPAD.., dimulai dari tata letak fakultas2 nya yg ‘dilokalisasikan’ sesuai dengan bidang studinya.., sperti ada kompleks kesehatan.., kompleks sosial.., kompleks teknik, dsb..., luas kampusnya.., rapih... Tujuan pertama sy ketika keliling UGM ialah masjid kampusnya.., Subhanallah..., indah.., tenang.., dan buat betah lah.. (masjid kampus kita, baik itu Ibnu Sina yg letaknya di bukit alias susah dijangkau itu, dan masjid yg di Dipati Ukur ke banting lah jika disandingkan dengan masjid kampus UGM...), tempatnya terbuka yg dikelilingi taman2, air mancur dan tugu (ato apa ya namanya) di depannya..., luas bgt...., berikut gambarnya :


Di petataran parkir masjid kampus UGM..

Maket mesjidnya...(maket nya aja dah bagus gini.., gmana aslinya coba??)


Masjid tampak samping...


Silhuet kami di tugu mesjid kampus...(iya gitu namanya tugu??)



Foto kami di depan air mancur yg tiba2 dinyalakan..^^

Kayak foto keluarga ya???he..




Masjid kampus dibalik air mancur yg menghiasinya...

Taman yg turut mempercantik masjid...


Setelah melihat masjid nya..., kita pun menuju ke tempat yg menjadi icon UGM.., apakah itu?? Yap.., gerbang depan yg da tulisan “Universitas Gadjah Mada” nya..(jadi inget gerbang depan UNPAD.., gara2 lagi ada proyek pembangunan jalan pemerintah kota.., akhirnya tulisan “Universitas Padjadjarannya raib..., yg ada tinggal yg di gerbang samping aja...), tentu saja kita ambil gambar disana...





di gerbang depan kampus UGM....

JOGJA part IV : workshop " Social Service Center.."

Gedung Ismangoen lantai 3.., itulah tempat kejadian perkara workshop ini.., langsung dilatih oleh sang ahli.., para pembimbing dari MER-C (Medical Emergency & Rescue Committee, klo gk salah kepanjangan nya ini..^^) dan orang2 ahli terkait di bidangnya.., kami mendapatkan berbagai materi tentang penanggulangan bencana alam.., mulai dari yang inspiratif, aplikatif, dan bernilai untuk masa depan..

Gedung ismangoen, tempat sy dan tman2 lain menimba ilmu di workshop ini..

LSM kemanusiaan yg bergerak dlm bidang penanggulangan bencana, sebagai narasumber..

Diawali pemaparan materi oleh Sri Aminah dr SpA, seorang dosen dari FK UGM yang sekaligus sebagai Pembina MER-C Yogyakarta, tentang Peran Mahasiswa dalam Tanggap Bencana..(walaupun pada kenyataannya pembahasan beliau sangat sedikit sekali yg relevan dengan judul, malah lebih ke cerita tentang pengalaman beliau dan pemikiran2 nya.., tapi itulah yang malah jadi inspiratif.., dan memberikan nilai moral..), penjelasan beliau diawali dari hal yang sangat dasar.., mulai dari definisi mahasiswa, definisi bencana & contoh2 nya (seperti cyclone, gempa bumi, tsunami, banjir, bom, perang, longsor, gunung meletus, kegagalan teknologi, konflik, dsb., yang disertai dengan permasalahan yang menyertainya, baik itu untuk korban, maupun tim penanggulangan bencana..,)skema penanggulangan bencana (overview saja..), dan pemetaan daerah2 yang rawan bencana.. (dan ternyata, dari semua pulau yang ada di Indonesia, Kalimantan masih tetap jadi pulau teraman dari bencana.., ada yg mau pindah kesana???). Selain itu, beliau juga memaparkan badan/lembaga yg bisa diajak koordinasi dalam hal penanggulangan bencana, seperti Satkorlak, pemerintah, organisasi non pemerintah, militer, universitas, underground.., dsb…Dan untuk menjadi relawan, sebenarnya ada hal2 penting, mendasar, tapi tidak tertulis yang seharusnya dimiliki individu tersebut, yaitu NIAT YG LURUS (IKHLAS), keterpanggilan, rela menemui kesulitan, rela bekerja sama, netral, berani, suka bertualang, dan suka menulis..,begitu tutur beliau…



Banjir, bencana yg sering terjadi di Indonesia..

Masih ingat dengan Tsunami Aceh???


Dan untuk seorang dokter yang turun ke tempat kejadian, maka banyak hal yang menuntut nya untuk bekerja tidak selalu degan kompetensi profesi yang dia miliki pada saat itu.., contohnya, seorang dokter di tempat penanggulangan bisa menjadi bagian pengambil kebijakan tim, Penyelenggara poliklinik anak harian RS, Menggantikan peran Sp OG, Sp PD, asisten Sp B, Sp KJ, Dokter IGD, Penataan Manajemen RS, Menyususun Standar Pelayanan Minimal, Penyelenggara pelatihan kegawat-daruratan, Penyelenggara pelatihan penatalaksanaan bayi baru lahir, Bedside Teaching Perawat RS, bahkan bisa menjadi editor berita dan media lain, editor pidato Pangdam, Juru Bicara Tim Kesehatan RS, pencari logistik, bahkan sampai menjadi Bintang Iklan Layanan Kesehatan Masyarakat di TV, begitu tambah beliau..Sisanya, beliau menceritakan tentang pengalaman nya mulai dari Indonesia hingga ke Iran, dan cukup tertarik saya dengan system manajemen bencana di Iran yg rapih, yakni daerah bencana dibagi 28 sektor, tiap sektor menjadi tanggung jawab 1 propinsi yang tidak terkena bencana, kedaulatan negara terjaga…Beberapa hal yg beliau sampaikan yg masih saya ingat adalah ketika beliau mengatakan bahwa mahasiswa adalah “fasilitator perdamaian”, menekankan agar kita HARUS BERMANFAAT (belajar, berjuang, bermanfaat…, he..), jangan takut mati karena kematian adalah takdir, dan dalam memberikan pertolongan pun jangan membeda-bedakan ras, agama, dsb.., karena ISLAM rahmatan lil alamin bukan..??, beliau pun menekankan kita agar YAKIN!! Karena semuanya sudah ditentukan Allah , teguhkan hati, dan tanyakan nurani setiap kali kita melakukan sesuatu…, dan tidak lupa restu tentunya…Luar biasa.., seorang dosen, seorang ibu, seorang istri, yang walaupun punya kekurangan (akibat kerusakan salah satu fungsi organ tubuhnya), beliau tetap punya semangat berkontribusi dalam memberikan manfaat pada sesama..(walaupun ada beberapa kejadian yg sempat mengancam nyawanya..), mulai dari mahasiswa hingga kini.., dengan tetap memegang prinsip, dan menjaga batasan sesuai syariat agamanya…Cukup menginspirasi dan menambah semangat saya beberapa grade dibanding sebelumnya…^^Materi selanjutnya diberikan oleh dr.Jufan mengenai initial assessment , dibuka dengan sebuah gambar seperti ini:



Contoh pasien yg menderita trauma akibat kecelakaan...

“Apa yg harus kita lakukan terhadap pasien yg menderita trauma akibat kecelakaan seperti ini??”, begitu tanya beliau.., dalam hati sya cuma menjawab..”Ya berdoa saja dok…”, ternyata selain berdoa ada hal lain yg bisa dilakukan sebagai tindakan pertama yg bisa kita lakukan sebagai mahasiswa kedokteran, yaitu initial assessment yaitu penilaian awal yg harus dilakukan secara cepat, holistik berdasarkan prinsip primary survey dan secondary survey. Untuk menghilangkan kegawatan yang mengancam pasien, hal-hal yang potensial mengancam kematian dan perkiraan langkah selanjutnya.Adapun primary survey adalah hal-hal yang dapat mengancam kematian pasien dengan segera seperti Airway-Breathing-Circulation. Dan untuk melakukan primary survey, hendaknya kita menggunakan proteksi diri seperti sarung tangan, kaca mata, sepatu dll. Primary survey ini dikerjakan berurutan atau simultan.Untuk menilai airway, maka hal yg bisa dilakukan ialah bertanya, seperti “Apakah anda baik2 saja..?”, klo bisa menjawab, berarti airway nya bagus, klo gk menjawab maka ditepuk-tepuk ringan, bila tidak berespon juga dapat dengan rangsang nyeri. HATI-HATI dengan cedera cervical, karena itu pada pasien dengan cedera diatas clavicula, gangguan kesadaran, dan trauma kepala, harus dipasang collar neck untuk immobilisasi. Untuk menilai secara pasti keadaan pasien maka dapat dilakukan penilaian secara objektif yaitu dengan pola LOOK – LISTEN – FEEL. LOOK, melihat kondisi pasien, apakah ada sianosis pada bibir atau akral (menandakan oksigenisasi jaringan yang berkurang), Penggunaan otot nafas tambahan, Retraksi dinding dada, Adanya pergerakan nafas yang cepat.LISTEN, mendengarkan suara nafas tambahan (wheezing, ronkhi), suara nafas di thoraks (vesikuler), dan sumbatan parsial bisa diketahui dari suara nafas yg dihasilkan, suara seperti orang yang kumur-kumur (gurgling) menandakan adanya sumbatan berupa cairan, contohnya bila pasien tersebut muntah, Mendengkur (snorring) yang menandakan adanya sumbatan oleh jaringan lunak seperti lidah, dan bersiul (crowing).FEEL, apakah terasa hembusan nafas di pipi?dan trakea berada di tengah?Smua proses, look, listen, dan feel dilakukan secara bersamaan.




Look, Listen, and Feel


Selain airway, primary survey yang lain ialah breathing. Proses bernafas seperti yang telah kita ktahui bersama adalah proses untuk mengambil oksigen dan mengeluarkan carbondioksida. Dengan jalan nafas yang baik dan paten belum tentu oksigen dapat masuk dan karbondioksida dapat keluar. Adapun komponen proses nafas adalah dada, paru-paru, dan diafragma. Untuk menilai breathing bisa dilakukan dengan pemeriksaan fisik, yaitu dengan INSPEKSI (memperhatikan gerak nafasnya, simetris ato gak, dan menilai apakah ada jejas dan trauma), PALPASI (meraba adanya kelainan dinding dada), PERKUSI (Sonor, menandakan normal, redup menandakan ada darah, hipersonor menandakan adanya udara), AUSKULTASI (Menilai vesikuler dan suara tambahan nafas).Untuk pengelolaan Airway dan Breathing, hal yang dilakukan ialah pentingnya menjaga kesegarisan (in line immobilitation) dengan menggunakan collar neck atau tidak mengerjakan ekstensi leher, berikan suplementasi oksigen baik dengan kanul nasal atau dengan mask,buka jalan nafas dengan memasukkan jari ke dalam mulut satu kali sapu, Jaw thrust dan chin lift, Orofaringeal atau nasofaringeal airway, dan untuk airway definitif maka dilakukan krikotiroidotomi dan endotracheal/orotracheal tube .





Cara membuka jalan nafas…


Selanjutnya ialah menilai circulation dan bleeding control, bila kurang baik maka dilakukan resusitasi cairan, Hentikan perdarahan external, Pasang infus dengan jarum besar .Dan terakhir ialah menilai disability, dengan memeriksa AVPU: Alert, respon thdp Verbal, respon thdp Pain, UnresponsivenessAdapun secondary survey adalah pemeriksaan yang dilakukan lebih teliti untuk menghilangkan gangguan-gangguan yang potensial dapat menyebabkan kematian. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan anamnesis, baru kemudian pemeriksaan fisik. Dilakukan dari ujung rambut ke ujung kaki, disertai pemeriksaan setiap lubang dari tubuh pasien, lalu dilakukan re-evaluasi.Primary and secondary survey harus dikerjakan karena semua kegawatan dan potensi kegawatan akan dapat diidentifikasi dan ditangani dengan cepat.Masih ingat dengan gambar wanita yg mengalami trauma tadi?? (klo lupa, silahkan scroll mouse nya keatas lagi..), setelah dilakukan initial assessment yang tepat, disertai penanganan oleh dokter ahli dengan kompetensi yg dimilikinya, maka 10 bulan kemudian hasilnya seperti ini (dengan tetap dibantu doa tentunya..^^):



10 bulan kemudian (masih inget dengan trauma tadi kan??)......

Disini kita juga diajarakan tentang Triase, yaitu pemilahan pasien berdasarkan kegawatan secara efisien dan sistematis untuk penanganan pasien yang baik. Dibagi kedalam beberapa warna (berdasarkan prioritas) , yakni merah (gawat dan mendesak), kuning (gawat tapi tidak mendesak), hijau (korban masih bisa jalan), hitam (korban meninggal).Intinya dari materi ini ialah, ketika kita temukan korban dengan kondisi apapun, maka hal yg harus dilakukan pertama kali sebelum melakukan tindakan yg lain ialah initial assessment, yg langkah2 nya telah dijelaskan diatas. Setelah initial assessment, kita diajarkan tentang Fraktur, Dislokasi, dan Immobilisasi oleh dr.Kismi (klo gk salah namanya itu..). Begini ulasan nya...Trauma muskuloskletal sering sekali terjadi pada keadaan gawat darurat dan yang paling sering terjadi adalah patah tulang atau fraktur. Patah tulang ini akan terlihat sangat dramatis, tetapi sebenarnya jarang yang mengancam nyawa tetapi justru sering mengancam anggota gerak. Definisi fraktur itu sendiri ialah terputusnya kontinuitas dari korteks tulang, tulang rawan dan epifisis, sedangkan dislokasi adalah keluarnya atau bergesernya bonggol sendi dari kapsul sendi. Gejala klinis nya ialah deformitas, bengkak, nyeri, luka. Fraktur dapat dibedakan sebagai fraktur tertutup dan fraktur terbuka. Fraktur tertutup adalah terjadinya diskontinuitas korteks tulang tanpa disertai adanya hubungan dengan dunia luar, sedangkan fraktur terbuka adalah terjadinya diskontinuitas korteks dengan hubungan dengan dunia luar.




Contoh fraktur terbuka...


Adapun untuk mendiagnosis fraktur (klo tadi untuk menilai airway ialah look, listen, feel) maka untuk fraktur ialah LOOK, FEEL, and MOVE..LOOK, melihat adanya Deformitas (angulasi, pemendekan, rotasi), Luka, dan warna kulit (pucat, kebiruan).FEEL, meraba dengan diberi sedikit penekanan pada tulang-tulang yang kemungkinan patah, meraba permukaan kulit, rasakan dingin ato hangat. Pulsasi nadi juga harus diperiksa, hitung frekuensi dan isinya. SELALU, bandingkan kiri dan kanan, proksimal (dekat) dan distal (jauh) bagian yang cedera. Lakukan pemeriksaan pengisian kapiler dengan menekan kuku distal dari daerah yang cedera, waktu normal pengisian kapiler adalah <>

Contoh sindroma kompartemen…

Pada fraktur panggul biasanya tidak terjadi perdarahan yang tampak dari luar tetapi justru pasien akan jatuh pada keadaan syok karena terjadi internal bleeding. Keadaan ini sangat potensial dalam menyebabkan kematian.Selain diberi penjelasan mengenai fraktur, dislokasi, dan Immobilisasi, dr. Kismi juga mengajarkan kita tentang pembidaian, yang memiliki fungsi immobilisasi (untuk mencegah pergerakan tulang yang patah agar tidak terjadi kerusakan jaringan lebih lanjut, mengurangi rasa sakit atau nyeri pada tulang), mencegah infeksi, dan menghentikan pendarahan.Prinsip immobilisasi dengan bidai ialah: membuka semua pakaian yang mengganggudalam penegakan diagnostik tetapi jangan lupa untuk melakukan pencegahan terhadap hipotermi, memeriksa keadaan neurovaskular sebelum memasang bidai, menutup luka dengan kassa steril, memilih ukuran bidai yang akan digunakan yg disesuaikan dengan trauma yang terjadi pada ekstremitas. Bidai HARUS MENCAKUP 2 SENDI, sendi distal dan proksimal cedera, dilakukan PADA POSISI ANATOMIS. Bila ditemukan dalam posisi belum lurus dapat dilakukan pelurusan deformitas, tidak boleh terlalu kencang/ketat mengikat karena akan merusak jaringan tubuh, bila pulsasi tidak ditemukan coba lakukan pelurusan ekstremitas, tahan secara hati-hati hingga bidai terpasang, pelurusan ekstremitas jangan dilakukan secara paksa, bila kesulitan atau tidak mampu meluruskan biarkan saja, pasang bidai pada keadaan ditemukan.


Contoh pembidaian yang salah...


Pembidaian yang benar...

Pada penderita dengan trauma multipel dan dicurigai adanya trauma spinal dan fraktur cervikal segera lakukan pemasangan long spine board dan collar neck. Collar neck harus segera dipasang pada pasien dengan cedera diatas clavikula, trauma kepala dengan penurunan kesadaran dan multiple trauma. Collar neck tidak akan menyebabkan kematian karena itu jangan ragu untuk memasangnya.Pada pemasangan long spine board hati-hati kemungkinan terjadinya dekubitus (busuk jaringan tubuh akibat kurang lancarnya peredaran darah) pada beberapa tempat seperti belakang kepala, bokong dan tumit karena itu perlu adanya bantalan atau tempat yang lebih lembut dengan scoop strecher. Kemudian lakukan log rolling per dua jam.



membusuknya jaringan tubuh....


Materi berikutnya ialah mengenai luka & shock yang disampaikan oleh sorang residen spesialis bedah FK UGM (yg sya lupa namanya.., he..)..., materi ini diberikan karena kasus-kasus trauma menyebabkan terjadinya perlukaan dan perlukaan yang terjadi dapat menimbulkan Eskoriasi ringan hingga kematian akibat shock (hilangnya cairan tubuh).Luka dan perdarahan itu sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, sperti ada yang dinamakan perdarahan luar (perdarahan arteri, perdarahan vena, perdarahan kapiler), perdarahan dalam (perut/dada, panggul, paha), luka pada kulit dan jaringan (avulsi: jaringan tubuh robek/terkoyak, luka tusuk: kecil tetapi dalam, abrasi: luka seret / terkikis dan mudah terkena infeksi, Laserasi : luka terkena benda tajam).Dan untuk penanganan luka tersebut, hal yang perlu dilakukan ialah menghentikan perdarahan, menjaga luka agar tetap bersih, mengenali penyebabnya, mencegah infeksi dan menutup luka. Untuk mengontrol perdarahan bisa dilakukan dengan segera menekan perdarahan dan atau meninggikan luka. ’




Untuk mengontrol perdarahan...


Untuk mempertahankan keadaan asepsis dan sebagai penekan untuk menghentikan perdarahan, maka dapat dilakukan pembalutan. Prinsip balutan itu sendiri ialah harus rapih, menutup luka, dipasang tidak terlalu longgar/erat, Bagian distal anggota tubuh hendaknya terbuka, mengunakan simpul yang rata dan tidak atas bagian yang sakit. Dan untuk prinsip balut tekan (Untuk melakukan penekanan lokal terhadap pembuluh darah yang cedera) ialah dengan menggunakan kassa yang digumpalkan sehingga menjadi padat (bulky), dan menekan selama 3-6 menit berdasarkan bleeding time dan clothing time. Biasanya pembalutan luka terdiri dari 3 lapis, lapisan I yang kontak dengan luka, lapisan II sebagai penyerap luka, dan lapisan 3 sebagai lapisan luar, dan hindari penggunaan kapas.Semua luka dalam atau yang dicurigai luka dalam tidak boleh dianggap ringan, perlu diperhatikan tanda & gejalanya (ada perdarahan atau cairan dari telinga, hidung, anus atau muntahan darah segar atau berwarna gelap, Luka memar (biru-hitam) tanda pada kulit khususnya pada dinding perut atau dada, Perut keras dan sulit bernapas), dan diberikan perawatan dengan membaringkan korban, melonggarkan pakaian yang ketat, JANGAN memberikan apapun melalui mulut apabila terjadi penurunan kesadaran, menjaga agar korban tetap hangat, menenangkan korban, melakukan perawatan untuk SHOCK, dan meminta BANTUAN. Dan untuk menghentikan perdarahan dalam di bagian Toraks/abdomen : mungkin operasi, Pelvis :pelvic sling, Tulang panjang : bidai, traksi ringan.Untuk menangani luka yang diakibatkan oleh tertancapnya benda tajam pada bagian tubuh, misalkan dada, hal yg harus dilakukan ialah mengontrol pendarahan dan menstabilisasikan benda tajam yang tertancap, JANGAN DICABUT! Penanganan seperti gambar berikut:



Untuk menghentikan perdarahan dalam di bagian Toraks/abdomen...


Untuk benda tajam yang tertancap pada mata, maka yang harus dilakukan ialah memotong ditengah balutan dengan hati-hati melewati benda dengan teliti, memasang cangkir yang dapat dibuang (disposible cup)/kertas kerucut(paper cone) melewati benda tajam dan istirahatkan pada bantalan balutan. JANGAN perbolehkan untuk menyentuh benda. Melilitkan pembalut pada gelas yang menutupi tempat yang luka. Membalut mata yang tidak luka untuk mengurangi pergerakan mata. Menenangkan korban. Kurang lebih seperti gambar berikut:




benda tajam yang tertancap pada mata...


Dan untuk menangani luka pada perut, maka gunakan penutup luka yang menyumbat perdarahan, dan lindungi penutup luka yang menyumbat untuk mempertahankan kehangatan, seperti gambar berikut:



untuk menangani luka pada perut......


Setelah mempelajari luka, kita pun diberi penjelasan mengenai shock, dimulai dari definisi shock yakni Kegagalan fungsi Kardiovaskuler , sehingga mengakibatkan gangguan perfusi organ & oksigenasi jaringan. Dan untuk prinsip penanganan shock, kita harus tahu akan 3 hal, mengenali shock, mengetahui sebab shock, dan terapi.Shock bisa dikenali dengan ciri-ciri seperti Takikardia, > 100 bpm, Akral dingin, pucat, basah, Kesadaran menurun, gelisah, coma, Takipnea / nafas cepat, Tensi menurun, Produksi urin.

Begitu mungkin kurang lebih hal yang disampaikan mengenai luka & shock,dan belum berhenti sampai disitu ternyata, masih ada materi lain yang disampaikan oleh dr... (yg sya lupa namanya..), yaitu tentang transportasi & evakuasi... (banyak bgt ya materi workshopnya..., tapi gk apa2 lah.., alhamdulillah.., jadinya saya bisa banyak belajar.., dengan demikian sya bisa banyak berbagi juga dengan yang lain..., iya kan??he...)
Hal yang pertama ditanyakan ialah apa perbedaan antara evakuasi dan transportasi?? Menurut saya, evakuasi berarti proses memindahkan seseorang dari tempat bahaya ke tempat yg lebih aman, dan proses berikutnya setelah evakuasi adalah transportasi, yaitu proses membawa pasien dari suatu tempat ke tempat lain untuk dilakukan tindakan tambahan atau definitive. Prinsip2 utama dalam transportasi ialah Do no further harm, Don’t move casualty unless absolutely necessary, Don’t endanger yourself, Explain clearly, Never move alone, and One commands.

do not further harm!!..


Dan disini kita pun diberi penjelasan mengenai beberapa teknik dalam transportasi pasien, yaitu Human crutch, Pick a bag, Drag method, Cradle method, Two handed seat, Fore and aft carry, Carry chair.. (mungkin gk kan saya jelasin satu2.., ntar aja sya praktekin di pelatihan P3K yg bakal diadain sama PKM FK, Ok..??)

Selain penjelasan mengenai transportasi korban, dijelaskan pula mengenai transport bagian tubuh yang putus, yaitu dengan memasukkan potongan tubuh dalam plastik dan meletakkan nya bersama es batu, Jangan menggunakan dry ice, Jangan memasukkan potongan tubuh langsung ke dalam es, Jangan dibungkus dengan kain lembab. Dan jika tidak ada es batu, tutup plastik agar kelembaban alami tidak hilang karena penguapan
Kita pun diberi penjelasan mengenai evakuasi dengan helicopter, dan ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti area pendaratan yg harus dikosongkan 50 m jari-jari dengan titik pusat tempat pendaratan, Semua rokok harus dimatikan, Jangan mendekat atau bergerak mendekati heli, tunggu sampai crew man mendekat. Berkumpul dengan berjongkok pada posisi jam dua dari hidung heli, jangan sekali-kali dibelakang heli. Jika diperintahkan mendekat maka berjalanlah dengan perlahan, rendahkan kepala dan bergerak mendekati dari arah samping. Mengapa ini harus dilakukan secara hati2, karena Heli bergerak tidak dalam keadaan tegak lurus tapi sedikit mendengak. (dari sini saya jadi tau sedikit tentang anatomi helicopter.., he..)

daerah bahaya helikopter...

Dan materi terakhir yang disampaikan di workshop ini (yang dengan setengah sadar saya ikuti.., cz ngantuk bgt.., kecapean kali..) ialah tentang system koordinasi terpadu antara tim tanggap bencana yang disampaikan oleh Bpk Rusdiyanto (Kepala Bidang Linmas Dinas Trantib Provinsi DIY), dibuka dengan sebuah gambar kuda dan katak sebagai bahan ice breaking tetap tdak menghilangkan kantuk saya…

siklus penanganan bencana...


Beliau menjelaskan mulai dari bencana.., tapi yg sya coba fokus perhatikan ialah dari penjelasan konsep penanggulangan bencana sampai selesai.. Dimulai dari Manajemen Penanggulangan Bencana, yang merupakan segala upaya atau kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat dan pemulihan berkaitan dengan bencana yang dilakukan sebelum, pada saat dan setelah bencana. Pra Bencana (before) bertujuan supaya MASYARAKAT AGAR SIAP SIAGA ( TO PREPARED) Dengan cara : Dilatih, Diberi Pemahaman, Disiapkan Alat Dan Sarana, Saat Bencana (during) bertujuan supaya MASYARAKAT DAPAT MENOLONG DIRI SENDIRI ( TO HELP THEM SELF ) Dengan cara : Menetapkan Pola Tindakan, Menentukan Prioritas Kebutuhan, dan pasca bencana (after) bertujuan supaya MASYARAKAT MEMPERBAIKI SENDIRI ( TO IMPROVE ) Dengan cara :Mempercepat proses pemulihan. Sehingga dari orientasi intervensi pada saat before, during, dan after bencana tadi menghasilakn community based disaster management. Konsep penanggulangan bencana dapat dilakukan dengan pendekatan integratif, multi hazards, dan komprehensif.




langkah-langkah tanggap darurat...

Sebelum kita berbicara dari konsep ke operasionalisasi, sebaiknya kita tahu hakikat penanggulangan bencana sebagai Upaya melindungi masyarakat, Tanggung jawab bersama Pemerintah dan masyarakat, Titik berat pada pencegahan, dan Penanggulangan bencana bagian dari pembangunan, sehingga harus ada korelasi yg komprehensif antara pemerintah, stakeholder, perencana & pelaksana pengembangan daerah, dan masyarakat, dalam tahap operasionalisasinya.


prinsip pemberian bantuan kesehatan dalam bencana...



Relief distribusi Aktivitas Pelayanan Sesuai Rencana Operasional : SHELTER / PENAMPUNGAN, WATER SANITASI

Logistik…


Evakuasi…



brainstorming...

Selain mendapatkan materi berupa teori, kita pun diajarkan proses aplikatifnya dalam bentuk simulasi, mulai dari initial assessment sampai transportasi dan evakuasi, mulai dari menggunakan mannequin hingga menggunakan manusia sebagai probandus/korban sebagai ajang simulasi, dengan perlengkapan yg sudah disediakan (mulai dari perban sampai ambulance, dan itu semua benar2 dioperasikan, sayang aja gak ada helikopter.., he...) dan kasus yang telah dibuat untuk menguji kompetensi kita.., cukup merepotkan memang, tapi seru lah.., aplikatif..., setidaknya ketika nanti sya liat kecelakaan di jalan, sya gak cuma diam dan berdoa saja.., tapi ada sesuatu hal yg bisa saya lakukan dari ilmu yg sya dapat disini..., terakhir dari workshop ini adalah kompetisi dari kompetensi yg kita miliki dalam simulasi tanggap bencana..



Anak UI yang ditumbalkan jadi kelinci percobaan..., padahal emang dasar dia nya aja pengen tidur..



Tenda yang digunakan simulasi sebagai rumah sakit sementara (darurat)...

Selain disuguhi dengan materi2 yang sangat lezat, kita pun diberi hidangan penutup berupa film tg bencana, yang isinya terdiri dari semua genre film, mulai dari yg romantis, politik, perpisahan, kepemimpinan, pengorbanan, tanggung jawab, pengabdian pokoknya lengkap dah.., dan film ini yg membuat kita cukup membendung air mata jadinya...(padahal saya termasuk orang yg gak suka nonton loh..), dan disuguhi pula oleh film dokumenter penanggulangan bencana + penanganan medis di suatu daerah (lupa sya namanya...) yg pada saat itu sedang terjadi bencana.., benar2 hidup filmnya, unsensored !! dan disini saya melihat tangan orang digergaji untuk amputasi karena sudah busuk, dengan peralatan dan kondisi seadanya..., banyak cerita lain sebenarnya di film itu.., cukup ngeri ngeliatnya, tapi luar biasa lah..!!!!
Cukup kenyang saya selama 3 hari berturut-turut mengikuti workshop ini, disuguhi dengan hal-hal bergizi, selain dapet ilmu baru, saya pun dapat keluarga baru disini, kini saatnya mengalirkan apa yg sy dapat ke lingkungan saya.., bagaimana caranya?? Salah satunya ialah sya tuangkan ke dalam tulisan yg sangat begitu panjang ini sebagai konsumsi publik melalui blog ini, selanjutnya apa yg sudah saya dapat di workshop ini menjadi bekal dalam mengadakan platihan P3K untuk warga FK kedepannya..., dan tentunya menginisiasi pembentukan crisis center di fakultas saya (karena kebetulan di kampus sya gk ada badan yg bergerak secara khusus di bidang penanggulangan bencana..) jadi bersiap-siaplah untuk teman2 AMP, Tim Medis Asy Syifaa’ dan SCORP dan teman2 FK lainnya untuk bersinergis ke dalam 1 wadah untuk membawa nama FK UNPAD kelak di setiap kontribusinya & lebih terkoordinasi..., semoga itu dapat terwujud...,mungkin di beberapa universitas lain sudah ada yg dinamakan TBMM (tim bantuan medis mahasiswa yg bergerak di bidang penanggulangan bencana..), seperti TBMM FK UGM yg dengan senang hati menerima kunjungan studi komparasi kami yg mendadak..(terima kasih juga data yg diberikannya...), dan yg tak kalah pentingnya ialah saya siap mengaplikasikan ilmu yg sy dapat ini kelak jika ada kondisi yg membutuhkan...,he....
Akhirnya workshop badan kelengkapan ISMKI ditutup dengan penampilan akustik FK UGM 07, tarian... (apa namanya sya lupa..., tari bebek ato apa gitu..., lupa.., he...), wejangan & kata2 dari ktua pelaksana workshop, ada kata2 lebay yg sya inget sampai saat ini, bunyinya kurang lebih seperti ini “Jika bisa saya berikan nyawa ini sebagai ucapan terima kasih.., maka akan saya berikan untuk kalian...,” ada2 saja..., dan masih inget tentang kompetisi simulasi penanggulangan bencana?? Tanpa diindikasikan sebelumnya, kelompok saya jadi juaranya.., lumayan dapet mug munas & mukernas, tapi sayang pecah gara2 tas saya jatuh waktu moving pas mau balik ke bandung dulu.., takdir2....



Akustik FK UGM 2007..., gak kalah kerennya lah sama angkatan saya..., he...^^


Akustik FK UGM 2007..., gak kalah kerennya lah sama angkatan saya..., he...^^


Deret anak2 SSC yang hadir pada saat itu, dan tetap didominasi UGM...



Juara simulasi penanggulangan bencana..., HORE!!!

Secara overall asyik lah.., rame, dan beresensi..., thanks God atas kesempatan yg diberikan...Pasti capek kan baca tulisan sepanjang ini?? (harusnya masuk MURI nih blog dengan artikel terpanjang..., he..), nah untuk merefresh lagi.., saya hadiahkan foto2 segar ini....




Kelompok BK SSC saya....

Waktu coffe break....

sebelum mulai workshop...(dengan peserta dari badan kelengkapan yg lain..)

Kedua anak UI (Cepi & Fakhrie) yg suka ngerepotin sya di workshop.., he..., piss brother...


Peserta & panitia BK SSC yg hadir pas penutupan...



Inilah kami..., semua delegasi seluruh Indonesia yang menghadiri workshop badan kelengkapan ISMKI....